Senin, 15 Oktober 2012

Tentang Retorika


TENTANG RETORIKA

Retorika  adalah sebuah teknik pembujuk-rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara, emosional atau argumen (logo), awalnya Aristoteles mencetuskan dalam sebuah dialog sebelum The Rhetoric dengan judul 'Grullos' atau Plato menulis dalam Gorgias, secara umum ialah seni manipulatif atau teknik persuasi politik yang bersifat transaksional dengan menggunakan lambang untuk mengidentifikasi pembicara dengan pendengar melalui pidato, persuader dan yang dipersuasi saling bekerja sama dalam merumuskan nilai, keprcayaan dan pengharapan mereka. Ini yang dikatakan Kenneth Burke (1969) sebagai konsubstansialitas dengan penggunaan media oral atau tertulis, bagaimanapun, definisi dari retorika telah berkembang jauh sejak retorika naik sebagai bahan studi di universitas. Dengan ini, ada perbedaan antara retorika klasik (dengan definisi yang sudah disebutkan di atas) dan praktik kontemporer dari retorika yang termasuk analisis atas teks tertulis dan visual.                                                                                                
  Dalam doktrin retorika Aristoteles Terdapat tiga teknis alat persuasi politik yaitu deliberatif, forensik dan demonstratif. Retorika deliberatif memfokuskan diri pada apa yang akan terjadi dikemudian bila diterapkan sebuah kebijakan saat sekarang. Retorika forensik lebih memfokuskan pada sifat yuridis dan berfokus pada apa yang terjadi pada masa lalu untuk menunjukkan bersalah atau tidak, pertanggungjawaban atau ganjaran. Retorika demonstartif memfokuskan pada epideiktik, wacana memuji atau penistaan dengan tujuan memperkuat sifat baik atau sifat buruk seseorang, lembaga maupun gagasan.
B. Tujuan Retorika
            Tujuan retorika adalah persuasi, yang dimaksudkan dalam persuasi dalam hubungan ini adalah yakinnya pendengar akan kebenaran gagasan hal yang dibicarakan pembicara. Artinya bahwa tujuan retorika adalah membina saling pengertian yang mengembangkan kerjasama dalam menumbuhkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat lewat kegiatan bertutur.
 C. Fungsi Retorika
Membimbing penutur mengambil keputusan yang tepat.
Membimbing penutur secara lebih baik memahami masalah kejiwaan manusia pada umumnya dan kejiwaan penanggap tutur yang akan dan sedang dihadapi.
Membimbing penutur menemukan ulasan yang baik.
Membimbing penutur mempertahankan diri serta mempertahankan kebenaran dengan alasan yang masuk akal.
D. Metode Retorika
D.1. Exordium (pendahuluan)
Fungsinya pengantar kearah pokok persoalan yang akan dibahas dan sebagai upaya menyiapkan mental para hadirin (mental prepation) dan membangkitkan perhatian (attention arousing).
Berbagai cara dapat ditampilakan untuk memikat perhatian hadirin.
-  Mengemukakan kutipan (ayat kitab suci, pendapat ahli kenamaan, dll)
-  Mengajukan pertanyaan
-  Menyajikan ilustrasi yang spesifik
-  Memberikan fakta yang mengejutkan
-  Menyajikan hal yang bersifat manusia
-  Mengetengahkan pengalaman yang ganjil
Beberapa hal yang perlu dihindari dalam retorika, antara lain:
-   Permintaan maaf karena kurang persiapan, tidak menguasai materi, tidak pengalaman dll.
-   Menyajikan sebuah lelucon yang berlebihan.
D.2. Protesis (latar belakang)
            Mengemukakan hakekat pokok persoalan tersebut secara factual atau secara kesejahteraan nilainya serta fungsinya dalam kehidupan. Jadi pembahasan ini dikemukakan sedemikian rupa sehingga tampak jelas kaitannya dengan kepentingan pendengar.
D.3. Argumentasi (isi)
            Memberikan ulasan-ulasan tentang topic yang akan disajikan secara teoritis, kemudian mengemukakan kekuatan posisinya.
D.4 Conclusio (kesimpulan)
            Suatu penegasan hasil pertimbangan yang mengandung justifikasi atau pembenaran menurut penalaran orator atau pembawa naskah.
Yang perlu dihindari dalam pembuatan kesimpulan adalah:
-   Mengemukakan fakta baru
-   Mengemukakan kata-kata mubazir dan tidak fungsional
Dua persyaratan mutlak bagi orang yang akan muncul sebagai orator:
-    Source credibility atau sumber yang terpercaya (ahli dibidangnya)
-    Source actractivinees atau daya tarik sumber artinya memiliki penampilan yang meyakinkan untuk tampil sebagai orator.
D.5. Etika Retorika
  • Memperhatikan kondisi keadaan tertentu, hal ini memerlukan keputusan yang bijaksana, humanistis dan etis social.
  • Memperhatikan standar benar tidaknya ditentukan hukum
  • Memperhatikan etika nilai adat istiadat atau tata nilai kesopanan yang berlaku dimasyarakat.
  • Memperhatikan alasan logis atau fakta yang ada
  • Memiliki kekuatan dalil atau nash
SUMBER : BERBAGAI SUMBER

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

give your coment for progress us and thanks for your atention..!