Sabtu, 11 Desember 2010

PEMBUNUH TAK BERNYAWA


                Rokok. Sepertinya kata itu sudah akrab di telinga kita, entah anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua pastinya sudah mengetahui barang tersebut. Dan bahkan rokok dijadikan suatu kebutuhan oleh sebagian orang. Karena tanpa rokok ada yang tak lengkap dalam hidup, walaupun dengan bahaya yang sudah diketahuinya. Menurut saya hanya di Indonesialah seserang dapat dengan mudah dan membeli rokok dengan harga murah, apalagi jenis rokok tertentu dapat di perbatang. Di Singapura saja harga rokok dapat mencapai Rp. 90.000 / bungkus, di Malaysia juga lumayan mahal sekitar Rp. 65.000/bungkus, di Thailand harga rokok bisa mencapai Rp. 45.000, sedangkan di Indonesia hanya dengan Rp. 1000 bisa mendapatkan rokok. Di Negara seperti Singapura untuk mendapatkan sebungkus rokok sangat sulit, karena disana terdapat pengawasan yang sangat ketat, termasuk membatasi usia minimal untuk merokok.                                                                                                                                                           
       Tentang bahaya rokok pada umumnya saya rasa sudah banyak yang tahu, apalagi bagi orang yang tiap hari menghisap rokok, soalnya kan dalam setiap bungkus rokok terdapat tulisan tentang bahaya rokok, seperti ini. MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANGKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN. Tapi anehnya meski pada bungkus atau kemasan rokok sudah tercantum tulisan tentang bahaya rokok yang sangat menakutkan, tetap saja banyak yang merokok.                                                                                                                                        Rokok mengandung lebih dari empat ribu zat-zat dan dua ribu diantaranya telah dinyatakan berdampak tidak baik bagi kesehatan kita, diantaranya adalah bahan radioaktif (polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencuci lantai (ammonia), ubat gegat (naphthalene), racun serangga (DDT), racun anai-anai (arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di “kamar gas maut” bagi pesalah yang menjalani hukuman mati, serta masih banyak lagi. Dan zat pada rokok yang paling berbahaya adalah Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida. Tar mengandung kurang lebih empat puluh tiga bahan yang menjadi penyebab kanker atau yang disebut dengan karsinogen. Nikotin mempunyai zat dalam rokok yang dapat menyebabkan ketagihan, ini yang menyebabkan para pengguna rokok sulit sekali untuk berhenti merokok. Nikotin merupakan zat pada rokok yang beresiko menyebabkan penyakit jantung, 25 persen dari para pengidap penyakit jantung disebabkan oleh kegiatan merokok.                                                                                                                                                      Menghirup asap rokok orang lain lebih berbahaya dibandingkan menghisap rokok sendiri. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif. Penyakit yang dapat diderita perokok pasif ini tidak lebih baik dari perokok aktif. Mereka menjadi mudah menderita kanker, penyakit jantung, paru dan penyakit lainnya yang mematikan. Mereka yang dikelilingi oleh asap rokok akan lebih cepat meninggal dibanding mereka yang hidup dengan udara bersih. Dan angka kematiannya meningkat 15% lebih tinggi.
      Dari penelitian terhadap 1.263 pasien kanker paru-paru yang tidak pernah merokok, terlihat bahwa mereka yang menjadi perokok pasif di rumah akan meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 18%. Bila hal ini terjadi dalam waktu yang lama, 30 tahun lebih, risikonya meningkat menjadi 23%. Bila menjadi perokok pasif di lingkungan kerja atau kehidupan sosial, risiko kanker paru-paru akan meningkat menjadi 16% sedang bila berlangsung lama, hingga 20 tahun lebih, karena akan meningkatkan lagi resikonya menjadi 27%.
     Asap rokok diketahui telah mengandung sekitar 4.000 bahan kimiawi, dimana 60 diantaranya diketahui dapat menyebabkan kanker. Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya. Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan.
     Oleh karena itu masih ada kesempatan bagi kalian yang perokok aktif mulailah menyadari bahaya yang ditimbulkan dari mengkonsumsi rokok, berpikirlah untu masa depan dan jangka panjang. Jangan hanya kenikmatan sesaat, masa kalian tidak mau menikmati masa tua dengan indah, tanpa sakit-sakitan. Penyesalan selalu berada di akhir cerita. Semua kembali pada diri sendiri, semoga artikel dari saya dapat bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

give your coment for progress us and thanks for your atention..!