Minggu, 21 November 2010

POTRET JALANAN

Dipinggir jalan tepat di bawah terik matahari
Terlihat pria tua dengan tongkatnya
Berjalan menyusuri ramainya kota Jakarta
Setapak demi setapak jalan ia lalui
Dan tak ada kata lelah



Lapar dan haus adalah menu utamanya
                                    Berharap untuk mendapat sepeser uang
                                    Tuk mendapat perlakuan yang tak sedap
                                    Dicaci,dihina adalah hal yang biasa
                                    Tak ada sedikit rasa kemanusiaan



Inilah Jakarta,
Kota penuh harapan
Yang terkubur bersama impian
Tak sedikit dari mereka yang bernasib sepertiku
Mereka bahkan seperti bekerja
yang ditempatkan dimana-mana



Kapan mereka termasuk aku
Dapat merasakan hidup layak
Tidak kelaparan, kehausan
Bahkan sampai tidur dikolong jembatan



Rasanya itu semua tak mungkin terjadi
Biar kujalani ini semua
Meski perih dan menyakitkan
Mungkin sudah takdirku
Tetapi aku bersyukur padamu TUHAN
Yang telah memberikan hidup padaku

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

give your coment for progress us and thanks for your atention..!