Sabtu, 29 Desember 2012

Tentang Jerawat





Jerawat merupakan kelainan pada kulit akibat penyumbatan muara saluran lemak sehingga terjadi penumpukan lemak dan disertai radang. Penggunaan obat jerawat hanya dimaksudkan untuk mengurangi gejala-gejala yang timbul, mencegah terjadinya bekas luka yang permanen dan untuk mencegah infeksi.
  1. Pembagian Obat Jerawat Topikal
Obat jerawat terdapat dalam bentuk sediaan topikal atau obat luar berupa salep, krim, lotion, jeli dan sabun.
Obat jerawat topikal dibagi menjadi 2 yaitu dengan komedolitik/keratolitik dan antibiotik. Hal ini tergantung dari beratnya radang/infeksi yang diderita.
    1. Obat jerawat jenis komedolitik/keratolitik
Obat jerawat jenis komedolitik/keratolitik bisa didapat di pasaran sebagai obat bebas. Zat aktif yang terkandung dalam obat jerawat jenis obat bebas adalah benzoil peroksida, asam salisilat, resorsinol.
Benzoil peroksida bekerja secara perlahan-lahan melepaskan oksigen aktif yang memberikan efek bakteriostatik juga mempunyai efek keratolitik dan mengeringkan sehingga dapat menunjang efek pengobatan.
Resorsinol mempunyai efek antifungi, antibakteri dan keratolitik, sedangkan Asam salisilat mempunyai sifat keratolitik, yang dapat melunakkan kulit sehingga dapat membantu penyerapan obat lain dan fungisida yang lemah.
Sedangkan obat jerawat yang perlu resep dokter sebagai komedolitik/ keratolitik adalah azelaic acid, tretinoin dan turunannya.
    1. Obat jerawat jenis antibiotika
Antibiotika untuk obat jerawat adalah klindamisin, eritromisin, dalam sediaannya bisa tunggal atau kombinasi dengan tretinoin atau benzoil peroksida. Kombinasi ini bertujuan untuk mencegah resistensi.
Selainitu ada juga kombinasi hormon digunakan sebagai obat jerawat yang dapat mencegah dan mengurangi jerawat.
  1. Efek Samping dan Hal Yang perlu Diperhatikan
Hal yang perlu diperhatikan:
    • Obat jerawat yang mengandung asam salisiat dan resorsinol tidak boleh digunakan pada permukaan kulit yang luas terutama pada anak-anak. Bila terjadi alergi hentikan penggunaan.
    • Sebelum penggunaan obat jerawat, kulit dibersihkan dahulu sebaiknya penggunaannya dilakukan sesudah mandi.
      Efek samping umumnya iritasi dan timbulnya reaksi alergi pada kulit.
  1. Informasi Jerawat
Jerawat merupakan momok "mengerikan" bagi kaum remaja tetapi jerawat juga dapat menimpa orang dewasa. Jerawat disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat dan bakteri dalam kulit. Minyak dari kelenjar bergabung dengan kulit mati menutup pori-pori yang juga disebut folikel.
Folikel jadi menonjol, menghasilkan jerawat dan beberapa tipe noda pada wajah:
    1. Kepala putih: pori tersumbat yang tidak memiliki bukaan.
    2. Kepala hitam: pori terbuka dan memiliki permukaan gelap.
    3. Jerawat: bintik kemerah-merahan yang menandakan adanya infeksi karena bakteri pada pori yang tersumbat.
    4. Kista: benjolan tebal di bawah permukaan kulit anda, terbentuk karena menumpuknya sekresi-sekresi.
Jerawat paling umum menimpa kaum remaja karena perubahan hormon sehingga menyebabkan merangsang kelenjar sebaceous. Kelenjar-kelenjar sebaceous mengeluarkan lemak yang disebut sebum yang melumasi rambut dan kulit anda.
    1. Penyebab jerawat
Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab timbulnya jerawat antara lain: keturunan, ras, makanan berlemak, psikis/pikiran, pengaruh hormonal yang merupakan faktor terpenting karena pada umumnya jerawat mulai timbul pada masa akil baliq dimana terjadi perubahan-perubahan aktivitas hormon dalam tubuh.
    1. Perawatan jerawat
      • Menjaga kebersihan kulit dan pola makanan yang tidak rnengandung lemak dapat mencegah jerawat.
      • Tidak dianjurkan untuk memencet atau memecahkan jerawat karena dapat menimbulkan bekas luka yang permanen, penyebaran infeksi dan infeksi sekunder.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

give your coment for progress us and thanks for your atention..!